Rabu, 16 September 2009

UPACARA ADAT KAWALU MITEMBEYAN

UPACARA ADAT KAWALU MITEMBEYAN
Kawalu Mitembeyan ( Kawalu Pertama ) dilakukan pada waktu dimulainya mipit padi ( mengetam padi/panen pertanama ) dengan istilahnya adalah menjemput Dewi Sri,dengan dipimpin oleh Girang Serat, dan diikuti oleh tokoh adat yang lainnya dan beberapa orang warga , setelah mengucapkan Mantra sambil menyimpan Sajen ( air putih, dll ) Maka Girang Serat memipit/ mengetam padi sebanyak duaa Genggaman, kemudian diikat dan dibawa dengan cara digendong melambangkan seolah-olah membawa sepasang pengantin kemudian dibawa ke balai adat disimpan ditengah-tengah Ancak ( Nampan/ Tampah ) yang telah dikelilingi oleh sesajen selanjutnya dikukusi dengan asap kemenyan dan upacara Mantra. Dilanjutkan dengan acara selamatan / syukuran tanda penjemputan Dewi Sri . upacara adat ini melambangkan juga sebagai isarat kepada semua warga Baduy untuk serempak mulai mengetam padi diladangnya masing-masing.
Disini sangatlah Nampak wajah ceria dan kegembiraan Suku baaduy pada waktu memanen hasil ladangnya. Padi yang sudah dipanen diikat dan di simpan di Lantayan ( tempat penyimpanan Sementara ) di lading terbuka ditutup oleh atap Kiray ( sejenis Nyiur ) sepanjang bambu tersebut selama 1 bulan sampai kering.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar